Informasi, untuk sekarang produk ini masih dalam tahap proses, namun kami tetap membuka pembelian pre-order, agar Anda tidak kehabisan stok saat produk ini siap untuk dijual ke publik.
img-book

Transaksi Uang Palsu dengan Tuhan -

Penulis AHMAD SYARIFUDIN
Penahqiq -
Penerjemah -
Editor Ruhani
Kategori Aqidah & Tauhid
Fikih & Ibadah
FIlsafat
Motivasi
Muamalah
Halaman 102
Kertas HVS
Jenis Cover Soft Cover
ISBN -
Berat 138 gram
Dimensi 14,8 x 21 cm

Rp85.000

Informasi Produk

Pernahkah kita bertanya, apakah kebaikan yang kita lakukan benar-benar ditujukan kepada Tuhan, atau diam-diam kita sedang menunggu sesuatu sebagai balasannya?

Dalam kehidupan, manusia akrab dengan berbagai bentuk transaksi. Ada uang yang berpindah tangan, ada barang yang ditukar, dan ada kesepakatan yang dibuat demi mendapatkan keuntungan. Namun, tanpa disadari, cara berpikir tentang transaksi terkadang ikut terbawa ke dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Kita beribadah, lalu berharap urusan dunia dipermudah. Kita bersedekah, kemudian menanti rezeki berlipat. Kita berdoa ketika membutuhkan sesuatu, tetapi lupa bersyukur ketika keinginan telah terpenuhi. Di titik tertentu, kebaikan dan ibadah bisa berubah menjadi semacam “alat tukar” untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Transaksi Uang Palsu dengan Tuhan mengajak pembaca berhenti sejenak dan memeriksa kembali nilai dari setiap amal, doa, pengorbanan, dan kebaikan yang dilakukan. Sebab, sebagaimana uang palsu tidak memiliki nilai dalam sebuah transaksi, amal yang kehilangan ketulusan juga patut dipertanyakan maknanya.

Buku ini bukan sekadar berbicara tentang uang, melainkan tentang kejujuran hati dalam berhubungan dengan Tuhan. Tentang niat yang sering bercampur dengan kepentingan, tentang ibadah yang terkadang menjadi formalitas, serta tentang manusia yang ingin mendapatkan banyak hal dari Tuhan tanpa benar-benar memahami makna memberi dan berserah.

Melalui refleksi dan perenungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini mengajak pembaca mengenali kembali: Apa yang sebenarnya kita “bayarkan” kepada Tuhan, dan apa yang sesungguhnya kita harapkan dari-Nya?

 

Sebab pada akhirnya, hubungan dengan Tuhan bukanlah transaksi jual beli. Tuhan tidak membutuhkan keuntungan dari kita. Kitalah yang membutuhkan-Nya.


Maaf, belum ada data tentang penulis AHMAD SYARIFUDIN