| Penulis |
Bagus Fawaid |
| Editor | Pria Sahuri & Ruhani |
| Kategori |
Muslimah Tarikh/Sejarah |
| Halaman | 200 |
| Kertas | HVS |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| ISBN | - |
| Berat | 450 gram |
| Dimensi | 14,8 x 21 cm |
Rp150.000
Ketika diplomasi bertabrakan dengan prinsip, dan solidaritas diuji oleh kepentingan geopolitik—siapa yang akan bersuara lantang, dan siapa yang memilih diam?
Wacana normalisasi hubungan Indonesia-Israel membuka babak baru dalam sejarah kebijakan luar negeri sekaligus mengoyak harmoni di tubuh Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia. Buku ini mengungkap bahwa respons elite NU ternyata tak seseragam yang dibayangkan; ada dukungan yang lahir dari pragmatisme dan ada penolakan yang dibangun atas dasar loyalitas historis pada Palestina.
"Elite NU Terbelah" bukan sekadar kisah perdebatan, tetapi potret tentang pergulatan nilai, identitas, dan etika dalam percaturan politik global. Melalui pendekatan analisis wacana dan dokumentasi opini elite, buku ini menyajikan dinamika yang tajam, jujur, dan kadang membuat gelisah. Ia memperlihatkan bahwa di balik serban dan sorban, ada keberagaman pandangan yang mencerminkan realitas umat—yang juga tak tunggal.
Bagi siapa pun yang ingin memahami kompleksitas hubungan antara agama dan diplomasi, buku ini bukan hanya penting—ia mendesak untuk dibaca. Di tengah sorotan dunia pada posisi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar, diskursus ini tak bisa dihindari. Buku ini adalah ajakan untuk menyelami, merenungi, dan menimbang langkah masa depan tanpa kehilangan pijakan sejarah dan nurani.
Maaf, belum ada data tentang penulis Bagus Fawaid