| Penulis |
Yuda Syah Putra |
| Editor | Pria Sahuri | Ruhani |
| Kategori |
Fotografi Kesenian-Rekreasi |
| Halaman | 126 |
| Kertas | HVS |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| ISBN | - |
| Berat | 450 gram |
| Dimensi | 14,8 x 21 cm |
Rp75.000
Dalam dunia yang riuh oleh warna, fotografi monokrom justru bersuara paling lantang dalam diamnya. Ia tidak sekadar estetika; ia adalah bahasa. Bahasa tentang makna, memori, kesendirian, bahkan perlawanan.
Lewat buku ini, Yuda Syah Putra menuntun kita menyelami lebih dalam fotografi hitam-putih melalui lensa semiotika—sebuah pendekatan yang membaca gambar sebagai sistem tanda, sebagai teks visual yang sarat makna. Di balik setiap bayangan, terdapat narasi tersembunyi. Di balik tiap sorotan cahaya, tersimpan simbol dan interpretasi kultural yang kaya.
- Apakah garis dan tekstur bisa “berbicara”?
- Bagaimana foto diam bisa mengganggu, menggugah, bahkan mengubah cara pandang?
Dengan menggabungkan refleksi estetik, analisis semiotik, dan wawasan visual, buku ini adalah peta bagi siapa pun yang ingin membaca lebih dari sekadar gambar. Cocok untuk mahasiswa, fotografer, peneliti seni, hingga penikmat visual yang haus akan pemahaman mendalam.
Estetika Monokrom adalah undangan untuk melihat, menafsir, dan merasakan ulang dunia… dalam dua warna yang tak pernah benar-benar sederhana.
Yuda Syah Putra adalah seorang penulis dan akademisi seni yang lahir di Serang pada tanggal 27 Mei 1991. Menyelesaikan studi S1 Pendidikan Seni Rupa di Universitas Pendidikan Indosesia dan meraih gelas S2 Pengkajian Seni di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Saat ini aktif sebagai dosen tetap di Politeknik Negeri Media Kreatif. Sebagai seorang penulis berusaha memberikan konstribusi dalam pengembangan dan penyebaran pengetahuan seni melalui karya seni.