| Penulis |
Poniman, S.Pd., SD |
| Editor | Pria Sahuri |
| Kategori |
Puisi Sastra |
| Halaman | 150 |
| Kertas | HVS |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| ISBN | - |
| Berat | 300 gram |
| Dimensi | 14 x 20 cm |
Rp75.000
Makna terdalam dari sebuah Puisi, akan lebih terkuak hidup dan nyata, manakala dibuka tabir tebal itu melalui Parafrasa yang penuh pesona. Jalinan indah antara keduanya, akan mampu mengubah ambisi sastra pembaca, meletup-letup runtut, mengikuti irama bernuansa sajak cinta, cita serta citra. Harapkan kembalinya asmara hidup sejati dalam segala gugus rasa, asa bermandikan cahaya jiwa-jiwa mulia.
Seperti halnya cincin yang mengaku terluka, padahal darah yang mengalir penuh pada lazuardi itu, adalah milik jari manis, bukan? Ah, ini adalah tamsil jati diri yang tak sadar diri. Mengapa, berani mengaku dirinya Tuhan, padahal dirinya cuma seorang hamba yang berlebihan. Bagaimana bisa mengaku Nabi, sementara ia hanyalah seorang umat yang tak setia lagi. Berani mengaku raja, padahal cuma sekedar rakyat biasa. Dan sejuta pengakuan yang bukan dan bukan miliknya.
Membaca buku ini, adalah sesuatu yang membuat pembaca akan selalu merasa rindu kepada sesuatu. Kemesraan, ke-sentilan, keabadian terlihat kaya tersimpul dalam untaian bait-bait puisi yang tersusun rapi, pada lembar demi lembar istimewa ‘tuk menghibur hati gundah gulana nan lara menjadi selaras dengan getaran nada-nada hidup yang semestinya.
Apapun khayalan yang terjadi, membuat pembaca buku ini terlihat serasi. Tata letak antara sedih dan gembira, antara terluka serta rasa sentosa, aman bermanja tersusun manis nan menggoda, begitu seimbang dengan gaya bahasa sederhana. Tiadalah dapat dipungkiri, bila hari-hari yang dilalui akan penuh sesak dengan lirik sejati yang dapat dimiliki dari kehadiran buku ini di tangan pembaca tercinta.
Maaf, belum ada data tentang penulis Poniman, S.Pd., SD