| Penulis |
Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A |
| Penahqiq | - |
| Penerjemah | - |
| Editor | Ruhani |
| Kategori |
Motivasi Muamalah Politik Resume |
| Halaman | 100 |
| Kertas | HVS |
| Jenis Cover | Soft Cover |
| Berat | 250 gram |
| Dimensi | 14,8 x 21 cm |
Rp97.000
Buku ini adalah sebuah kesaksian jujur yang melampaui laporan resmi. Ia merekam "perjalanan nurani" seorang pelaku misi kemanusiaan Indonesia yang menyaksikan secara dekat bagaimana penderitaan manusia di Gaza berkelindan dengan kerumitan politik, keamanan, dan akses yang terbatas.
Penulis, Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., membagikan pengalaman pahit-manisnya memperjuangkan bantuan, dari lobi-lobi di Kairo, ketegangan di Al-Arish, hingga gerbang-gerbang Gaza. Ia menunjukkan bahwa dalam medan konflik, niat baik tidak pernah cukup. Bantuan harus diperjuangkan melalui diplomasi kemanusiaan yang menuntut koordinasi rumit, negosiasi yang melelahkan, keteguhan sikap, dan kesabaran menghadapi prosedur yang kerap berubah.
Ini bukanlah catatan heroik, melainkan refleksi tentang realitas perjuangan penyaluran bantuan, tentang harapan yang sering tertunda, dan tentang makna hadir di tengah segala keterbatasan bagi mereka yang paling membutuhkan.
Buku ini diharapkan menjadi jendela bagi pembaca untuk memahami kompleksitas sesungguhnya di balik upaya kemanusiaan ke Gaza, sekaligus menguatkan keyakinan bahwa solidaritas lintas bangsa dan agama tetap relevan dan mendesak. Sebuah catatan penting yang mengajak empati menjadi aksi nyata.
Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., adalah seorang diplomat dan penulis yang mengabdikan hidupnya untuk berbagi nilai-nilai keimanan, kebijaksanaan, dan pengalaman hidup. Tumbuh di lingkungan pesantren, ia mendapatkan fondasi spiritual yang baik sejak muda, namun tak berhenti di sana. Dengan latar belakang pendidikan yang gado-gado, keislaman, bahasa Arab, ekonomi, manajamen, bisnis dan hubungan internasional memperkaya perspektif dan perjalanan hidupnya. Tugasnya membawa berkelana ke berbagai negara, mempelajari budaya yang berbeda, dan berinteraksi dengan beragam cara pandang dunia.