Wanita yang setia taat kepada suaminya, merupakan profil
wanita shalihah yang dapat diibaratkan sebagai bidadari
dalam rumah tangga. Wanita shalihah ini, selalu saja tidak lepas dari
sikap sadar diri. Bahwa kodratnya diciptakan menjadi seorang wanita
yang mengharuskan dia wajib berlaku sebagai wanita, sehingga dapat
menggapai surga melalui tabiatnya yang selalu menjunjung tinggi
harkat dan martabatnya yang memang mulia.
Puncak ketaatannya kepada Alloh dan suaminya, dapat dibuktikan
dari pengakuannya terhadap sebuah ayat yang seringkali diingkari oleh
para wanita pada umumnya. Yaitu sebuah ayat di dalam surat Annisa
yang mengisyaratkan tentang bolehnya seorang suami menikahi lebih
dari seorang istri.
Ayat ini sering diingkari oleh kaum hawa. Begitu tidak senangnya
dengan ayat ini, seringkali dapat disaksikan terdapat para wanita yang
kadang meninggalkan sebuah grup pengajian dikarenakan sang ustadz
memulai membahas perihal tersebut di atas. Dianggap oleh jamaah
kaum wanita, sekiranya sang ustadz tidak lagi berpihak padanya.
Akan tetapi, bagi mereka para wanita shalihah yang mengimani
seluruh ayat dalam kitab suci Alquran dengan keyakinan seyakin-
yakinnya, sangatlah tidak demikian. Baginya, syarat seorang suami
harus bisa adil terhadap para istri yang dimiliki, adalah bukti bahwa
Alloh Maha Bijaksana serta bukti bahwa derajat wanita sangatlah
dijunjung tinggi.