| Penulis |
Ajen Jaenudin, Mufty Abqary, Iim Septiana, Muhammad Ebin Rajab Sihombing, Muslimah Paxia. |
| Penahqiq | - |
| Penerjemah | - |
| Editor | Abd. Muid Nawawi |
| Kategori |
Tafsir Al-Qur'an & Variannya |
| Halaman | 1.072 |
| Kertas | Bookpaper |
| Jenis Cover | Hardcover |
| ISBN | - |
| Berat | 850 gram |
| Dimensi | 14,8 x 21 cm |
Rp188.000
Al-Qur'an dan Para Penafsirnya: Dari Pembacaan Sunyi kepada Kerumunan mengajak pembaca menelusuri perjalanan panjang bagaimana Al-Qur'an dipahami, dijelaskan, dan dimaknai oleh para penafsir sepanjang sejarah. Kitab suci yang pada mulanya dibaca dalam kesunyian seorang hamba di ruang batin yang hening, perlahan memasuki ruang sosial yang lebih luas melalui tradisi tafsir, diskusi ilmiah, hingga percakapan publik yang melibatkan banyak kalangan. Dari perjalanan inilah kita menyadari bahwa membaca Al-Qur'an bukan sekadar aktivitas spiritual, tetapi juga sebuah dialog panjang antara wahyu, manusia, dan zaman.
Buku ini menghadirkan refleksi yang memperlihatkan bagaimana para mufasir tidak hanya berhadapan dengan teks, tetapi juga dengan realitas yang terus berubah. Penafsiran lahir dari pertemuan antara kedalaman iman, ketajaman intelektual, dan kegelisahan zaman yang mereka hadapi. Karena itu, tafsir Al-Qur'an selalu hidup ia tumbuh, bergerak, dan menemukan makna baru seiring perjalanan sejarah umat manusia.
Melalui tulisan para kontributor dengan latar belakang keilmuan yang beragam, buku ini membuka cakrawala pembaca untuk melihat tradisi tafsir secara lebih luas dan mendalam. Setiap tulisan tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga mengajak pembaca merasakan bagaimana Al-Qur'an terus berbicara dalam berbagai konteks kehidupan. Di titik inilah buku ini menjadi teman perjalanan intelektual yang berharga membantu pembaca memahami warisan tafsir sekaligus menemukan cara baru untuk mendekati Al-Qur'an di tengah kompleksitas zaman.
Dengan pendekatan reflektif, analitis, dan tetap membumi, buku ini bukan hanya memperkenalkan para penafsir dan gagasannya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana tradisi tafsir membentuk cara umat Islam memaknai kehidupan. Membacanya seperti memasuki sebuah percakapan panjang lintas generasi sebuah undangan sunyi namun kuat bagi siapa saja yang ingin memahami Al-Qur'an lebih dalam, lebih luas, dan lebih hidup.
Maaf, belum ada data tentang penulis Ajen Jaenudin, Mufty Abqary, Iim Septiana, Muhammad Ebin Rajab Sihombing, Muslimah Paxia.